Senin, 26 Juni 2017

Burung Hantu (Tyto alba) di Perkebunan Kelapa Sawit

                                                 


                              GUPON (The real residence of Tyto alba) in Oil Palm Plantation

1.      Pelihara Tyto alba (Sensus Gupon/kandang burung hantu)
      a.    Maksud dan Tujuan
·      Untuk mengetahui kondisi dan perkembangan Tyto alba
·      Untuk mengendalian hama tikus secara hayati
b.   Alat dan Bahan
1.   Alat
·      buku monitoring sensus gupon
·      pena
·      Botol bekas dan tali rafia
·      APD
c.    Cara Kerja
·      Assiten menginstruksikan untuk melakukan monitoring Tyto alba
·    Mempersiapkan alat yang akan digunakan kemudian menuju ke blok yang akan dilakukan sensus.
·  Dalam melakukan sensus gupon sebaiknya dilakukan secara urut dimulai dari gupon nomor 1 hingga terakhir
·   Setiap blok terdapat 1 gupon dan diletakkan dipertengahan blok dengan diberi tanda lokasi gupon pada jaluran gupon tepat di pinggir CR.
·      Pekerja menaiki tangga pada tiang gupon untuk melihat kondisi Tyto alba yang berada didalam gupon tersebut.
·   Hal pertama kali yang harus diperhatikan adalah gupon tersebut aktif atau tidak dan gupon dikatakan aktif apabila didalam gupon terdapat kotoran dan makanan dari Tyto alba berupa tikus.
·    apabila aktif lalu dilihat tumlah telur, anakan, dan burung hantu dewasa di catat didalam monitoring.
·      Jumlah burung hantu dewasa dalam 1 gupon biasanya 2 ekor atau sepasang.
·    bila terdapat anakan, harus dilihat umur anak Tyo alba dan diperkirakan umur dari anakan tersebut untuk dimasukkan kedalam keterangan gupon.
·    Bila terdapat telur, maka petugas gupon hanya bertugas untuk menghitungnya dan tidak boleh disentuh. Hal ini dikarenakan pada kebanyakan kasus, telur tidak dierami induk bila disentuh. Hal ini akan menyebabkan telur menjadi busuk.
·    Bila terdapat pelepah yang menutupi atau menggantung pada tiang gupon, maka harus dipotong karena dapat menularkan hama atau penyakit.
·    Dilihat kondisi tiang gupon dan gupon itu sendiri kemudian dimasukkan kedalam form monitoring.
·    Kemudian, petugas sensus mengisi monitoring sensus yang diletakkan didalam botol yang digantung pada gupon tersebut.
·      Bila botol dan tali pengikat sudah rusak, dapat diganti dengan yang baru.
·      Lanjutkan sensus ke blok berikutnya sesuai urutan gupon.

d.   Hasil Pelaksanaan
·      Norma  0,02 HK/Ha, atau 1 anggota mengerjakan 50 Ha/HK
                                    
Anak Tyto alba (Burung Hantu)
  

Mandor mencatat
Burung hantu dalam Gupn (kandang Burung Hantu)


Telur Burung Hantu

Burung hantu (Tyto alba)

  
e.    Pembahasan
Pelihara  Tyto alba atau sensus gupon merupakan kegiatan memonitoring perkembangan burung hantu (Tyto alba) beserta kondisi gupon serta membersihkan patok gupon pada CR dan kaki tiang gupon dari gulma yang menutupi. Burung hantu (Tyto alba) merupakan musuh alami (predator) hama tikus yang dikembangbiakkan di perkebunan kelapa sawit. Satu pasang burung hantu dapat mengendalikan hama tikus pada luasan areal 1 blok (30 ha). Kemampuan satu pasang burung hantu mampu memakan 1500-1800 ekor tikus per tahun. Burung hantu berburu di malam hari dan makanan utamanya adalah tikus.
Satu gupon dipasang per 30 ha di pertengahan blok dan diberi tanda berupa patok yang bertulis nomor gupon pada CR tepat di jaluran dimana gupon dipasang. Letak gupon  yaitu blok ganjil gupon berada pada kemandoran timur dan blok genap pemasangan gupon yaitu pada kemandoran barat.
Monitoring dilakukan sebulan sekali. Saat monitoring petugas mengecek setiap gupon yang ada di divisi serta membersihkan patok gupon pada CR dan kaki  tiang gupon dari gulma-gulma yang menutupi. Diperiksa juga kandang atau tiang gupon  agar tidak bocor dan kemasukan air hujan serta semua pelepah yang bersandar atau melintang harus dipotong untuk menghalang hama mendapat telur atau anak burung. Setahun sekali sebelum musim bertelur dikeluarkan semua kotoran, tulang tikus, dan benda-benda lain-lain dari dalam gupon.
Hal-hal yang diamati saat monitoring antara lain perkembangan jumlah burung hantu dalam gupon tersebut, jumlah telur, jumlah anak, dan jumlah burung dewasa yang kemudian dicatat dalam buku monitoring dan form yang ada pada tiang gupon. Kondisi gupon yang mencakup tiang penyangga, tangga, maupun rumah gupon bila terdapat kerusakan, maka harus dicatat dalam buku monitoring. Form monitoring, botol bekas, dan tali dapat diganti dengan yang baru apabila sudah rusak. Gupon dinyatakan aktif apabila di dalamnya terdapat tanda-tanda atau bekas aktivitas burung hantu seperti kotorannya, bekas makanannya (bangkai tikus), maupun burung hantu itu sendiri (telur, anak, dan dewasa).

Biasanya terdapat satu pasang burung hantu yang aktif dalam satu gupon. Untuk identifikasi Tyto alba, bila bulu di dada berwarna kuning dengan bintik-bintik hitam maka burung hantu jantan, untuk burung hantu betina ditandai dengan warna bulu di dada berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.  Dibuat juga gupon bayangan di beberapa blok agar anak burung dapat dipindahkan bila sudah berumur 35 samapi 40 hari. Aktif nya gupon sangat membantu sehingga persentase serangan tikus tidak lebih dari 5%.

Penangkaran dan Pelepasan  Tyto alba ke lapangan
Tata cara penangkaran dan pelepasan Tyto alba
A.  Identifikasi Tyto alba jantan dan betina
·      Jantan ditandai dengan bulu dada berwarna kuning dengan bintik-bintik hitam.
·      Betina ditandai dengan warna bulu di dada berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
·      Ukuran panjang kurang lebih  35 cm, berat 500-600 g, Tyto alba betina lebih berat.
B.  Bertelur dan mengeram
·      Burung akan bertelur pada umur 8 bulan, dan biasanya burung bertelur setiap 2 hari, sebanyak 6-7 telur sekali dan dua kali setahun di pertengahan dan akhir tahun.
·      Telur akan menetas setelah 20 hari  dierami.
·      Biasanya kurang lebih 5 anak burung sekali menetas dan 9 anak burung per pasang per tahun. Apabila makan kurang, maka anakny akan dikanibal.
C.  Penangkaran dan pemberian makan burung
·   Anak burung yang ada di lapangan, setelah berumur 35 sampai 40 hari dapat diambil dan ditangkarkan.
·  Anak burung tersebut diberi makan dengan tikus yang telah dipotong menjadi 4 bagian kemudian dicacah sampai tulangnya hancur. Jika burung belum mampu makan sendiri harus disuapi. Jumah makanan minimal 1 ekor tikus per hari sesuai dengan perkembangan burung.
·      Pemberian makanan dilakukan sore hari sekitar jam 4 sampai jam 5.
·    Setelah burung dapat makan sendiri, tikus cukup dipotong menjadi 2 bagian. Sesudah burung berumur 3 sampai 4 bulan, tikus tidak perlu dipotong lagi namun harus dimatikan dulu.
·      Tikus yang sudah busuk tidak boleh diberikan kepada burung hantu.
· Tempat minum diusahakan berukuran besar karena perilaku burung meminum dengan memasukan badannya ke tempat minuman.
·      Burung diberi minuman dengan air yang bersih dan diganti setiap hari.
D.  Pemindahan burung dari Gupon ke lapangan
·      Burung yang berumur 3 sampai 4 bulan sudah dianggap dewasa dan dapat dipasangkan untuk dipindahkan kedalam gupon di lapangan.
·    Pada awal pemindahan, pasangan burung tersebut dikurung di dalam gupon selama 15 hari. Pada periode ini, burung diberi makan minimal 2 ekor tikus setiap hari.
·     Setelah 15 hari pintu gupon dibuka sehingga burung dapat terbang keluar. Pemberian makanan dilanjutkan sampai 3 hari setelah pintu gupon dibuka sebagai antisipasi jika burung hantu tersebut belum bisa menangkap tikus sendiri.
E.   Kandang Gupon di lapangan dan pemeliharaannya
·   Untuk kandang gupon, dipasang 1 gupon per 30 Ha dipertengahan blok dan diberikan tanda lokasinya di CR. Dapat ditingkatkan ke 1 Gupon per 15 Ha. Lokasinya satu arah Selatan atau an Utara tetapi 3-4 baris ke dalam dari MR.
·      Kemampuan 1 pasang burung hantu memakan 1500 s/d 1800 ekor tikus per tahun.
·   Setiap bulan perlu diperiksa tiang dan kandang supaya tidak bocor (masuk air hujan) serta semua pelepah yang bersandar/melintang dipotong untuk menghalang hama mendapat telur atau anak burung.
·     Melakukan sensus setiap bulan untuk menentukan gupon aktif  dang upon yang ada telur atau anak burung.
·    Setahun sekali sebelum musim bertelur dikeluarkan semua kotoran, tulang tikus dan lain-lain dari dalam gupon.
F.   Kriteria Gupon aktif
·    Ada tanda-tanda gupon dikunjungo Tyto alba seperti bulu dan kotoran baru yang ditemukan disekitar atau di dalam gupon.
·  Ada aktivitas kehidupan burung hantu di dalam gupon (perkembangbiakan dan aktivitas memakan tikus yang ditandai dari adanya sisa-sisa tulang tikus yang baru di dekat tiang gupon.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar